KELAINAN ALKAPTONURIA
Apakah anda tau kelainan ALKAPTONURIA? Apa saja gejala dari ALKAPTONURIA? Apa
penyebab dari ALKAPTONURIA? Factor resiko apa saja yang mempengaruhi
penyakit ALKAPTONURIA? Bagaimana pengobatan dari ALAJPTONURIA?
Kelainan ALKAPTONURIA merupakan kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua. Gejala dari penyakit ini sering diabaikan pada mulanya dan baru terlihat setelah penderitanya berada di usia akhor 20-an atau awak 30-an. Hal ini karena adanya penumpukan asam homogentisat terjadi secara perlahan. Akibat dari penumpukan zat tersebut mengakibatkan tulang rawan,tendon,tulang,kuku atau telinga si penderita menjadi gelap atau berwarna kehitaman. Penderita alkaptonuria masih bisa hidup dengan normal, meski kehidupannya terganggu dengan masalah nyeri pada bagian sendi ataupun gangguan pada jantung.
1.
Pengertiand ari ALKAPTONURIA
ALKAPTONURIA adalah kelainan langka yang dialami oleh seseorang saat terjadi
penumpukan asam homogentisat (homogentisic acid) yang ada di dalam tubuh.
Akibatnya, urine atau sebagian anggota tubuh seseorang yang terkena ALKAPTONURIA
akan terlihat berwarna gelap atau hitam seiring waktu sehingga menumbulkan
sejumlah masaalah kesehatan.Kelainan ALKAPTONURIA merupakan kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua. Gejala dari penyakit ini sering diabaikan pada mulanya dan baru terlihat setelah penderitanya berada di usia akhor 20-an atau awak 30-an. Hal ini karena adanya penumpukan asam homogentisat terjadi secara perlahan. Akibat dari penumpukan zat tersebut mengakibatkan tulang rawan,tendon,tulang,kuku atau telinga si penderita menjadi gelap atau berwarna kehitaman. Penderita alkaptonuria masih bisa hidup dengan normal, meski kehidupannya terganggu dengan masalah nyeri pada bagian sendi ataupun gangguan pada jantung.
2.
Gejala ALKAPTONURIA
Untuk gejala ALKAPTONURIA sudah kelihatan sejak bayi, namun hal ini sering
diabaikan karena gejala tersebut tidak terlihat secara jelas. Gejala tersebut
timbul dengan adanya noda hitam di popok bayi. Gejala terlihat jelas beriringan
dengan bertambahnya usia, terutama pada mata, telinga, kuku atau kulit, Berikut
gejala ALKAPTONURIA :
-
Pada kuku dan kulit, adanya perubahan warna keringat,
kuku menjadi biru, dan warna kulit yang berubah di dahi, pipi, ketiak, dan
daerah kelamin
-
Pada mata, adanya noda bewarna coklat atau abu-abu pada
bagian putih mata.
-
Pada telinga, tulang rawan telinga berubah menjad biru
kehitaman(ochronosis), adanya kotoran telinga menjadi hitam atau coklat
kemerahan.
-
Osteoarthrtis, seperti nyrti atau kuku pada sendi dan
tulang punggung, bahu, panggul, atau lutut. Gejala ini muncul pada usia sekitar
20 atau 30 tahun.
-
Gejala lainnya, adanya nafas pendek atau sulit bernafas
pembuluh darah menjadi kaku dan lemah, penyakit katup jantung serta
terbentuknya batu ginjal,prostat, atau kandung kemih.
3.
Penyebab dan faktor resiko ALKAPTONURIA.
Jika tubuh dalam keadaan normal ,maka tubuh akan memcah dua senyawa pembentuk
protein (asam amino), yaitu tirosin dan fenilalanin melalui reaksi kimia. Namun
pada saat tubuh kondisi ALKAPTONURIA, tubuh tidak memproduksi enzim
homogentisate oxidase dalam jumlah cukup. Enzim ini berfungsi untuk memecah
hasil metabolisme tirosin berupa asam homogentisat. Akibatnya, asam
homogentisat menumpuk dan berubah menjadi pigmen warna hitam atau gelap pada
tubuh,sebagian lainnya dikeluarkan melalui urine.
4.
Pengobatan ALKAPTONURIA.
Ketika kondisi ini terdeteksi pada saat masih
anak-anak, tindakan yang harus di lakukan adalah memperlambat laju penyakit dengan
diet makanan yang rendah protein guna menurunkan kadar tirosin dan fenilalanin dalam
tubuh. Selain itu ,dokter juga akan merekomendasikan pemberian vitamin C yang
berfungsi untuk melakukan perlambatan penumpukan asam homogentisat dalam tulang
dan tulang rawan.
Penanganan lain adalah dengan memberikan obat
bernama nitisinone.
Posting Komentar
0 Komentar